• Jam Buka Toko: Jam 08:00 s/d 22:00
  • Status Order
  • Tlp: +6285100588195
  • SMS/WA: +6285100588195
Terpopuler:

Haid Tidak Lancar Akibat KB

03 Februari 2020 - Kategori Blog

Haid Tidak Lancar Akibat KB

Menstruasi tidak lancar atau menstruasi tidak teratur, adalah kondisi ketika siklus menstruasi menjadi lebih lambat, lebih cepat, lewat beberapa bulan atau bahkan tidak terjadi sama sekali. Selain itu menstruasi dikelompokkan tidak lancar bila lamanya menstruasi berubah-ubah setiap bulannya. Volume darah yang tidak sama, kadang banyak dan kadang sedikit, juga merupakan salah satu bentuk menstruasi tidak lancar.

Menstruasi yang tidak lancar biasanya terjadi pada beberapa tahun pertama setelah memasuki Namun, jika menstruasi tidak lancar terjadi bukan di beberapa tahun pertama mengalami menstruasi, maka hal tersebut bisa dikatakan sebagai menstruasi tidak teratur, yang dapat digolongkan ke dalam beberapa tipe berikut ini.

• Polymenorrhe, adalah siklus menstruasi yang berlangsung kurang dari 21 hari.

• Oligomenorrhea, adalah kondisi ketika siklus menstruasi jadi lebih panjang, atau tidak terjadi menstruasi lebih dari 35 hari, namun kurang dari 90 hari.

• Amenorrhea, adalah kondisi ketika tidak mengalami menstruasi dalam waktu 3 bulan berturut-turut.

• Metrorrhagia, merupakan pendarahan menstruasi yang berlangsung lebih lama dan volume darah lebih banyak.

Menggunakan alat kontrasepsi, seperti IUD (spiral) atau pil KB, memang bisa menyebabkan perubahan berupa flek di antara siklus menstruasi. IUD bisa menyebabkan darah yang keluar lebih banyak dari biasanya atau nyeri perut pada saat menstruasi. Dapat juga terjadi keluarnya sedikit darah pada awal penggunaan pil KB, namun ini akan berhenti setelah beberapa bulan penggunaan.

Pengobatan untuk menangani menstruasi tidak lancar perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi menstruasi yang tidak lancar atau tidak teratur.

• Mengubah gaya hidup.
• Mengganti alat kontrasepsi.
• Melakukan pengobatan tiroid.
• Lakukan pengobatan sindrom ovarium polikistik, misalnya untuk mengontrol kadar hormon atau diabetes. Selain itu, turunkan berat badan dengan cara yang sehat, jika menderita sindrom ovarium polikistik dengan berat badan berlebih.
• Melakukan konseling jika mengalami stres yang menyebabkan berat badan turun drastis.
• Jika berencana memiliki momongan, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis. Mungkin dokter akan menyarankan terapi hormonal untuk memicu ovulasi kembali normal.

Apabila mengalami perdarahan yang tidak biasa pada saat menstruasi hingga perlu mengganti pembalut tiap jam, menstruasi terjadi selama lebih dari 7 hari, atau bila mengalami flek setelah melakukan hubungan intim, segera hubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.